Yamaha Xmax

Yamaha Indonesia Motor Manufacturing (YIMM) mengaku masih bermasalah memenuhi permintaan Xmax di dalam negeri. Wakil Presiden YIMM Dyonisius Beti menyampaikan kira-kira waktu tunggu konsumen dari pemesanan sampai mendapatkan skutik 250 cc itu selama sekitar satu bulan.

"Xmax itu sekarang sangat shortage, kekurangan barang. Dan kapasitas produksi terbatas karena ekspor itu besar sekali kebutuhannya," ujar Dyonisius pada awal pekan lalu.

Menurut Dyonisius, setiap bulan pabrik Yamaha di Pulo Gadung hanya terbatas memproduksi 1.000 unit Xmax setiap bulan buat memenuhi pasar domestik. Namun dia tidak mengungkap seberapa besar permintaan Xmax dari dalam negeri.

Dyonisius mengungkap permintaan pesaing Honda Forza 250 itu justru lebih besar dari luar negeri. Telah diketahui YIMM merupakan basis ekspor Xmax 300 ke Amerika Serikat, Eropa, dan Jepang.

"Ekspor jauh lebih besar karena itu untuk kebutuhan seluruh dunia, jadi untuk Amerika, Eropa, Jepang, dan semuanya bervariasi sekitar 3 ribu - 4 ribu unit per bulan," kata Dyonisius.

Pada tahun lalu ekspor CBU Yamaha Indonesia mencapai setidaknya 338 ribu unit. Xmax merupakan salah satu dari tiga kontributor terbesar ekspor motor Yamaha produksi Indonesia.

Dyonisius menjelaskan saat ini Xmax yang dijual Rp57,8 juta tetap ditawarkan secara offline melalui dealer dan online lewat situs pemesanan khusus.

"Online dan offline kami kombinasikan, jadi online pasti akan diprioritaskan. Tetapi ternyata di daerah-daerah itu kan konsumen masih ada yang belum bisa online. jadi kami coba display-kan ke konsumen dan kami registrasikan secara online," ucap Dyonisius.

Yamaha Ungkap Alasan Inden Xmax Terlalu Lama

Yamaha Xmax

Yamaha Indonesia Motor Manufacturing (YIMM) mengaku masih bermasalah memenuhi permintaan Xmax di dalam negeri. Wakil Presiden YIMM Dyonisius Beti menyampaikan kira-kira waktu tunggu konsumen dari pemesanan sampai mendapatkan skutik 250 cc itu selama sekitar satu bulan.

"Xmax itu sekarang sangat shortage, kekurangan barang. Dan kapasitas produksi terbatas karena ekspor itu besar sekali kebutuhannya," ujar Dyonisius pada awal pekan lalu.

Menurut Dyonisius, setiap bulan pabrik Yamaha di Pulo Gadung hanya terbatas memproduksi 1.000 unit Xmax setiap bulan buat memenuhi pasar domestik. Namun dia tidak mengungkap seberapa besar permintaan Xmax dari dalam negeri.

Dyonisius mengungkap permintaan pesaing Honda Forza 250 itu justru lebih besar dari luar negeri. Telah diketahui YIMM merupakan basis ekspor Xmax 300 ke Amerika Serikat, Eropa, dan Jepang.

"Ekspor jauh lebih besar karena itu untuk kebutuhan seluruh dunia, jadi untuk Amerika, Eropa, Jepang, dan semuanya bervariasi sekitar 3 ribu - 4 ribu unit per bulan," kata Dyonisius.

Pada tahun lalu ekspor CBU Yamaha Indonesia mencapai setidaknya 338 ribu unit. Xmax merupakan salah satu dari tiga kontributor terbesar ekspor motor Yamaha produksi Indonesia.

Dyonisius menjelaskan saat ini Xmax yang dijual Rp57,8 juta tetap ditawarkan secara offline melalui dealer dan online lewat situs pemesanan khusus.

"Online dan offline kami kombinasikan, jadi online pasti akan diprioritaskan. Tetapi ternyata di daerah-daerah itu kan konsumen masih ada yang belum bisa online. jadi kami coba display-kan ke konsumen dan kami registrasikan secara online," ucap Dyonisius.

No comments:

Post a Comment